Claris terkejut melihat kedatangan Hadi yang sangat mencemaskannya. Sepertinya, ada rasa bersalah yang terpatri jelas di wajahnya sehingga air matanya bahkan sudah menghiasi sudut-sudut matanya. Pria itu mencengkeram erat kedua bahu sang wanita, tapi Damian segera mendorongnya kasar. "Perhatikan di mana kamu menyentuhnya!" bentaknya kasar dan dingin. "Damian, apa yang kamu lakukan?" tegur Claris dengan nada tidak senang. "Kamu masih ingin membelanya di saat seperti ini? Claris, kamu sedang terluka!" Claris hanya menggeleng muram, lalu dia menoleh ke arah ketiga preman yang masih saja dipukuli oleh para pria berpakaian hitam. "Selain itu, karena aku sudah baik-baik saja, bagaimana dengan mereka bertiga?" Hadi yang langsung menjawabnya, nadanya sangat sinis, "Mereka harus diberi pelaj

