Drakula Cantik

1227 Kata

Aku tersenyum puas melihat keterkejutannya yang sangat menggemaskan. "Kenapa? Apa kamu keberatan kalau harus ingkar janji, Tuan Dharma Wijaya?" tanyaku, berbisik di telinganya dengan suara manja menggoda. Mas Irham melebarkan kedua bola mata sambil menjauhkan wajahnya. Ia lantas memindai wajahku dengan seksama. Seperti tengah mencari-cari kebenaran jika yang duduk di sampingnya memanglah Najwa. Istri pendiam yang sama sekali tak pernah menggodanya atau bahkan meminta lebih dulu jika itu berurusan dengan perkara ranjang dan nafkah batin. Dan jika sekarang aku melakukan sesuatu di luar kebiasaan, bukankah memang itu mengherankan? Wajar saja kalau suamiku terkejut begitu. "Kamu ... benar-benar siap melakukannya malam ini?" tanyanya, yang justru membuatku dilanda gelisah dan perasaan campu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN