Kandungan Kiara sudah memasuki 9 bulan, dokter menyarankan agar Kiara tidak bekerja lagi. Tapi baru juga seminggu ia di rumah Kiara sudah merengek untuk ikut ke kantor Rakha. "Sayang aku ikut kamu kerja" "Ingat kata dokter kamu harus istirahat di rumah takut kontraksi" Kiara menundukkan wajahnya sambil menjauh dari Rakha. Rakha yang sudah paham dengan tingkah Kiara yang semakin maja dan cengeng pun harus mengalah dan mengikuti keinginan istrinya tersebut. Orang bilang bawaan bayi, tapi memang sifat Kiara berbeda tiga ratus enam puluh derajat sejak kehamilan keduanya. "Udah dong jangan nangis, ayo siap - siap keburu telat ni" "Hiks.. hiks siapa juga yang nangis" akting Kiara sukses membuat Rakha luluh Kiara beranjak dari kursinya dan segera mengambil tasnya, tak
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


