Bagian Keempat Puluh Enam

467 Kata

"Cinta enggak bisa memilih hati mana yang menjadi tempat pelabuhannya, Mas." Jika aku bisa memilih, aku tetap memilih Galih. Mas Faresta menunduk kemudian menarik tanganku. Aku membiarkan saja, mungkin dengan cara ini dia bisa lebih tenang. Jangan sampai dia menangis di depanku, aku tidak mau membuat keadaan semakin aneh dan canggung. "Tapi saya cinta sama kamu. Saya nunggu kamu bertahun-tahun, tapi sampai saat ini cinta saya tidak terbalas. Rasanya sakit ya, Ren, ketika cinta tidak berbalas," ucapnya dengan nada bergetar. Aku hanya terdiam sambil ikut menunduk. "Kasih tahu saya, bagaimana caranya saya bisa mendapatkan hati kamu? Perilaku dan tindakan saya selama ini tidak bisa membuatmu jatuh cinta." Tangannya bergerak lalu kembali ke tempat semula dalam keadaan yang terlihat basah.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN