Bagian Keempat Puluh Lima

441 Kata

"Yakin mau di rumah saja?" tanya Mas Faresta untuk kesekian kalinya dan berulang kali aku meresponnya dengan anggukan kepala. "Kamu kan enggak bisa jauh-jauh dari saya, Ren," ucapnya sambil diselingi kekehan. Mendengar itu, refleks sebelah alisku menukik. PD sekali dia. Beberapa hari yang lalu mungkin seperti itu, tapi saat ini tidak. Ada atau tidaknya dia di sisiku, rasanya biasa saja. "Aku mau di rumah aja," ucapku dengan tegas. Mas Faresta mengangguk, mengambil tas kerjanya lalu berpamitan untuk pergi. Setidaknya, kepergian dia membuka sedikit ruang gerak untukku. Aku melirik ponsel di atas nakas, mengambil benda tipis itu lalu memanggil kontak Thalia. Sedari kemarin, perempuan itu begitu sibuk dan mungkin hari ini tidak. Aku perlu menceritakan semuanya kepada dia karena hanya dia te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN