Aku berjalan dengan cepat melewati lorong. Aku merasa aneh ketika banyak pasang mata yang menatapku dengan tatapan sinis. Bahkan ada beberapa yang terang-terangan tersenyum miring saat aku lewat. Aku jadi bingung, sebenarnya apa yang terjadi. Aku hanya mahasiswa baru dan tidak pernah bertengkar dengan dosen ataupun mahasiswa lain. Aku baik-baik saja selama di sini. "Rena," ucap Bu Hilma sambil berjalan mendekatiku, dia adalah salah satu dosenku yang sangat baik dan ramah. Bu Hilma mengelus puncakku sambil tersenyum lebar. "Selamat ya. Ibu enggak tahu kalau selama ini kamu istrinya Resta." Kedua mataku membulat, tubuhku menegang seketika. Ternyata ini alasan dari tatapan para mahasiswi tadi. Mereka sudah mengetahui statusku dengan Mas Faresta. Duh, makin complicated saja kehidupanku. "

