Side Story I

893 Kata

Teriknya siang ini begitu mengucurkan peluh, hampir di sekujur tubuh Emil. Proposal skripsinya baru saja lolos ujian. Bagaimana ia tak senang? Bahkan Emil sampai berguling-guling di depan ruang ujian saking senangnya. Ais yang melihat keanehan temannya, hanya bisa berdoa dalam hati. Semoga anak dan keturunanya nanti tidak meniru tingkah konyol gadis cebol itu. "Akhirnya, semester depan bisa skripsian juga, Is. Bentar lagi lulus. Nggak lelah ngerjain makalah mulu." Ais mengangguk, membenarkan. "Kamu enak,Mil. Lulus udah ada yang kasih nafkah. Tinggal kedip-kedip aja uang masuk rekening. Lah aku? Cari kerja dulu baru bisa beli sebutir cilok. Lelah Dedek, Bang." Emil membenarkan. Setelah lulus, ia tak repot lagi cari kerja. Bukan karena ia tak ingin. Sebenarnya ia ingin sekali kerja di B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN