Bulan 2. "Abang, jilatin perutku dong! Aku pengen digeli-geliin." Dika yang mendengarnya langsung takjub. Bibirnya sungguh terkunci, tak bisa berucap apa pun. Jilat perut? Demi apa istrinya minta dijilat perutnya? "Mil, nggak ada permintaan yang masuk akal? Entar khilaf yang bawahnya gimana?" Emil mengedip manja. Nah, justru itu letak spesialnya. Biar Dika khilaf. Kan bisa icik-icik ehem sekalian. "Ayo, Bang." Emil tak sabar, meski tahu suaminya sedang mengerjakan tugas kuliah dan dirinya mengetik skripsi yang baru direvisi tadi pagi. Dika menggeser duduknya mendekat pada Emil. Keduanya memang tengah duduk bersila. Sama-sama mengerjakan tugas kuliah masing-masing. "Kausnya buka sendiri. Atur posisi, biar langsung eksekusi." Mendengarnya, Emil langsung ambil posisi duduk di kursi.

