Hari ini wajah Keisha butek banget. Dia bangun dengan tubuh yang pegal-pegal. Efek dari olahraga dadakannya yang sudah berlangsung lebih dari tiga hari. Tadi pagi Kenisha bilang bahwa ia tidak bisa mengantarnya karena akan mampir dulu ke rumah Meli untuk tugas kelompok. Bunda menawarkan diri untuk mengantar, tapi Keisha menolak. Belum bisa melunakkan hatinya secepat itu. Fairel juga bilang bahwa ia tidak bisa menjemputnya. Jadilah sekarang dia nangkring di mobilnya Aina. Mobil keluarganya lebih tepatnya, karena cewek kalem satu itu sudah pasti diantarkan oleh sopir. “Kaki kamu sakit?” Aina bertanya saat melihat cara berjalan Keisha yang agak pincang setelah mereka sampai di sekolah. “Masa lo baru sadar sih, Ai?” “Ya maaf, Kei. Tadi aku beneran nggak liat.” Aina menggapai lengan Keisha,

