Keisha terdiam lama. Masih gemetar. Ia memandangi Erlangga. “Kenapa jangan?” Erlangga terdiam sebentar. Cewek di depannya tidak terlihat seperti sedang bercanda. Keisha seolah sedang … menahan sesuatu yang tidak bisa diperlihatkannya pada siapa pun. “Ntar gue kangen,” balas Erlangga asal. Ia menunggu Keisha memakinya, tapi cewek itu hanya diam sambil memandanginya dengan serius. Erlangga malah jadi panik. Sebelum rona merah muncul di pipinya, cowok itu buru-buru menambahkan. “Gue nggak bisa mayungin kalo lo jauh-jauh,” ujar Erlangga sambil tersenyum penuh gurau sementara Keisha merengut ragu. Keisha terlalu kalut untuk menanggapi godaan itu. Jantungnya berdebar kuat karena rasa cemas dan takut yang tercampur aduk. Keisha membiarkan satu tangan Erlangga yang memegang Koran—yang kali ini

