Keisha bangun keesokan paginya dengan perasaan dan kondisi yang agak lebih baik. Erlangga masih menolak bertemu dengannya. Sementara Felish juga enggan untuk menghabiskan waktu dengannya apalagi untuk mendengarkan. Matanya bengkak karena menangis sebab semalam Kenisha meneleponnya untuk memintanya pulang. Membuat perasaannya semakin sakit saja. Sejak subuh ia mengompresnya dengan air dingin, tapi tetap tidak mengubah banyak. Perasaannya ngeri membayangkan ia harus sekolah dengan keadaan seperti ini. Keisha mengambil kacamata berbingkai hitam lalu mengenakannya, berniat menutupi mata bengkak ini. Ia menyandang tas kemudian keluar dari paviliun hingga ke luar rumah. Ia tidak lagi berangkat bersama Felish sejak ketegangan itu. Keisha berdiri di depan rumah, mengangguk sopan saat Felish bera

