Keisha menangis nyaris semalaman. Ia bahkan sampai diminta pulang saat jam kerjanya belum berakhir lantaran terlalu sering melakukan kesalahan. Salah catat pesanan, salah antar ke meja tujuan, salah meletakkan barang-barang, dan sederet kesalahan lain. Kepalanya benar-benar tidak bisa diajak berkonsentrasi. Keisha pulang menerobos hujan dengan keadaan separuh sadar, tidak ada ketakutan dan rasa menyesakkan karena hujan, karena ia tidak bisa merasakan apa-apa lagi kecuali rasa sakit dan tekanan rasa bersalah. Kepalanya pusing karena belum memakan apa pun sejak tadi siang, tapi Keisha memang tidak bisa makan. Untuk berusaha menenangkan kepalanya yang seolah ingin meledak, tengah malam itu Keisha mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Mandi keramas dengan waktu lama hingga membuatnya menggig

