Malam ini rintik hujan mengiringi langkah setiap insan yang kesepian. Clara wanita berusia tiga puluh enam tahun tergeletak lemah tak berdaya di sebuah kamar hotel. Gunawan yang sedang menikmati tetasan air di tubuhnya. Telah melucuti semua pakaian Clara. Ia bernyanyi dan bersiul karena bahagia. Hingga ponsel hitamnya yang berdering sedari tadi tak terdengar oleh pendengarannya. Alex yang menunggu Clara tiba di rumah merasa gelisah, karena sang tambatan hati belum juga kunjung datang. Tanpa berfikir panjang ia segera pergi dan mencari Clara di tempat kerja Gunawan. Hotel Palma Indah. *** “Rafka! Apa perlu kita gedor pintunya.” “Kamu yang masuk, ya, Vian. Kalau aku yang masuk, trus mereka lagi main kuda gimana?” “Kalau kamu mau sekalian saja kamu ikut nimbrung, Raf. Sekalian belaja

