"Dinda, kamu di mana sih?" Clara kebingungan mencari keberadaan Dinda temannya. Ia berdiri lemah di bahu jalan karena kepalanya pusing dan terasa berat. Pandangannya mulai berkunang-kunang dengan sesekali cegukan karena perut terasa mual. "Syiiits sial!" lirihnya saat mencoba berdiri. Namun, tungkainya kembali melemah. "Ya ampun Clara, kamu kenapa bisa mabuk kaya gini." gerutu Alex, mencoba memapahnya untuk berdiri. “Eh Alex, kamu ke mana saja sekarang. Jadi Bos ya setelah keluar kerja dari Mami!” seru Clara sembari tertawa kecil dan telunjuk tangannya bermain di wajah Alex. “Sudah tau enggak kuat minum masih saja minum,” ucap Alex. "Ke mana aja kamu! Katanya bakal nungguin aku. Tapi kamu malah membuatku membusuk di sini. Setelah busuk baru kamu jemput aku begitu!" bentak Clara deng

