Pernikahan tanpa Cinta

1152 Kata

Dua minggu berlalu Siska masih terdiam kaku di sudut kamar dengan tatapan nanar. Teddi yang telah berjanji akan bertanggung jawab pun tak punya kekuatan apa-apa untuk menempati janjinya. Takdir Tuhan tak bisa dielakkan. Miris melihat Siska tak bisa menerima takdir ini dengan ikhlas. "Sudahlah Siska, kamu tak boleh mengurung diri begini!” ucap Bu Rini menghampiri putrinya. Wanita paruh baya itu membawa baju almamater yang sudah di setrika ke kamar. "Besok kamu harus kuliah. Ini sudah lama tidak masuk, kamu jangan menambah libur lagi, bisa-bisa kamu di keluarkan!” ujar Bu Rini lagi. Kembali Siska bergeming dengan tetesan air mata di pipi. Miris rasanya membayangkan wajah Bu Rini nanti saat tahu putrinya tengah mengandung. "Siska, sudah cukup ibu tidak suka kamu terus-terusan begini!"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN