“Ka-kakak!” panggil Ariya terbata-bata. Refleks ia ketakutan ketika melihat Aksan pulang. “Gimana liburan kuliahmu, sebulan kakak ada tugas kerja sampai gak bisa menghubungimu, pasti kamu kangen kakak, kan.” Aksan tampak bahagia terlihat dari rona wajahnya ketika melihat Ariya. “Ayo, makan!” ajak Aksan. Ariya hanya terdiam, ia tidak sanggup memberitahu Ayah dan kakak tirinya jika sekarang dirinya adalah istri dari pria lain. Setelah Ariya keluar dari rumah Andre, Ariya membuat sendiri kartu keluarga, oleh karena itu Andre dan Aksan tidak tahu jika sekarang Ariya sedang mengurus Kartu keluarga bersama Rafka. Jam menunjukkan pukul lima sore hari, di meja makan Ariya tamak gundah gulana, karena suaminya sebentar lagi akan pulang. Meski Rafka tak pernah memedulikannya, Ariya tetap bers

