Acara perpisahan pun telah berakhir. Saatnya Ariya mengucapkan perpisahan kepada Reza. Namun, gadis itu hanya terdiam membisu. Langkahnya terhenti ketika ia harus berpamitan. “Ayo, Riya!” ajak Emma menarik tangan Ariya. “Tidak!” Ia pun melepaskan tangan Emma dan memilih berbalik kanan menuju Bus yang akan mengantarkan mereka pulang ke Jakarta. “Ariya, tunggu!” teriak Emma mengejar Ariya. Rok panjang yang ia kenakan pun menghalanginya berlari. *** “Riya, kamu ini kenapa! Tadi Reza liatin kamu loh. Awas kalau nyesel nggak berpamitan kamu!” Emma dengan napas yang tersengal akibat berlarian mengambil duduk di samping Ariya. “Enggak kok, aku sudah ikhlas karena semalam aku sudah berpikir panjang kali lebar,” ucap Ariya dengan senyum menyungging. “Yakin!” “Yakin 100%!” ucap Ariya d

