Ariya menolak untuk di bawa ke rumah sakit, karena ia merasa malu dengan pakaiannya yang terkoyak. "Kalau kamu bersembunyi begini aku tidak bisa berjalan dengan baik!" ucap Rafka. "Kamu sudah melihat tubuhku, aku tidak mau orang lain melihat tubuhku juga!" ucap Ariya dengan suara bergetar. "Kalau begitu kita ke rumahku saja, di sana ada kotak P3K. Dekat kok dari sini, ada di area perumahan Griya taman Elok sana." Rafka mengarahkan jari telunjuknya ke arah Selatan. "Baiklah," jawab Ariya karena ia tahu bahwa area itu adalah area pemukiman dengan banyak warga yang menetap di sana. "Sekarang kamu di mobil dulu, tunggu aku di sana!" Ariya mengangguk dengan memeluk tubuh erat Rafka sambil berjalan. Beberapa kali pria itu menggelengkan kepala karena langkahnya beberapa kali terhalang o

