Hari ini Alvin yang berdinas di kota Semarang dengan setianya menunggu Rafka datang. Pria tinggi dan tampan itu adalah seorang abdi negara. Ia tidak setiap hari bisa menemani Rafka, walaupun begitu Rafka memberikan rumah untuk tempat tinggal Alvin. Panggilan ponsel Alvin berdering. Ia hanya melirik melalui notifikasi. Pesan dari seorang wanita bernama Liya. Ia pun mengabaikannya setelah melihat siapa gerangan yang sedari tadi mengganggunya. Alvin dan Rafka adalah sahabat dekat semenjak duduk di bangku SMA. Mereka memiliki watak yang sama sangat cuek dengan sosok yang disebut wanita. *** “Dasar pria yang menyebalkan,” ucap Liya sembari melempar ponselnya ke ranjang. Setelah ia memaki dirinya sendiri. Liya dengan segera meraih ponselnya kembali. Gadis berambut sebahu dan lurus itu, men

