Bedak Pemikat

1022 Kata

Masa pembulian sirna dengan sendirinya. Kini Ariya yang tengah duduk di semester enam sedang melakukan persiapan untuk skripsi. Gadis cantik dan pintar itu mendapatkan nilai terbaik di kampusnya. Namun, ia selalu menyembunyikan wajah cantiknya dengan mengenakan kaca mata dan rambutnya yang selalu ia ikat. Sembari menunggu sidang, Ariya yang tidak memiliki pekerjaan mencoba untuk melamar pekerjaan. Mentari mulai bersinar, semilir angin pagi menambah semangat Ariya untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan ternama di kotanya. Wajah gadis berusia dua puluh tahun itu berseri-seri, bersemangat untuk apa yang terjadi hari ini. Ia bahkan telah melupakan penampakan sosok gundul pecingis yang mengganggunya tadi malam. "Ariya, mama pergi dulu. Kamu hati-hati cari kerjanya," ujar Clara--Ibu Ar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN