"Ini, Mih. Semua data-data manipulasi keuangan di perusahaan, aku kumpulkan dalam satu file." Baru saja aku meluruskan kaki dan Aruna juga bernapas lega karena bisa terlepas dari amih. Namun amih sudah memanggil kami lagi karena ada beberapa data yang ingin ia minta dariku. "Bukalah!" perintah amih. Aku pun memasang disk tersebut pada lubang USB yang ada pada laptop. Hingga muncul data-data pemberian Prana, termasuk foto-foto dan rekapan transaksi kartu kredit mereka. Amih memperhatikan semua data ini seksama. Sesekali ia mengangguk-anggukkan kepala ketika membaca semua data tersebut. "Jadi, pembengkakan dana pada transaksi palsu ini, merupakan dalih untuk menutupi uang yang digunakan sebagai pembayaran kartu kredit Hans?" Amih mengonfirmasi padaku. Aku pun menganggukkan kepala. "Se

