"A Adrian, dimana aa sekarang, bisa tolong aku?" Suara Kyara dalam panggilan terdengar agak lirih dan tersendat-sendat. "Iya, kenapa, Ra? Minta tolong apa, Ra? Suara kamu kok gitu? Kamu nangis?" "A, mama bener-bener ancem Kyara. Dia bakal bunuh A Satya kalau Kyara nggak mau nikah sama Kak Reygan." "Ya Allah! Sekarang kamu di mana? Share location ke aa, ya! Kamu jangan panik. Mama kamu hanya menggertak." * Jam tangan, ponsel, dompet dan kunci mobil. Aku sudah memastikan tidak ada yang terlupakan. Sekarang adalah bagian terpentingnya, yaitu berpamitan pada Aruna. Setelah mendengar permintaan Kyara, satu-satunya yang terpikir untuk membebaskan Satya adalah bernegosiasi dengan Reygan. Dia adalah sahabatku, kita sering bertemu di Australia dulu. Dan yang aku tau, Reygan sama sekali t

