"Reygan!" Tanpa sadar aku meninggikan nada bicaraku. "Kenapa?" Aku memutar bola mata. Tidak percaya akan jawaban yang diberikan oleh kawanku satu ini. "Kau pasti hanya termakan oleh ancaman keluargamu, kan? Makanya kau menerima perjodohan ini agar kau mendapatkan posisi di perusahaanmu?" Reygan terdiam. Ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Menatap kosong pada meja di hadapannya sambil mengangkat kedua alisnya. "Kau benar! Itu keinginanku." Dia tersenyum namun senyumnya terlihat skeptis. "Jadi, jika kau ingin membebaskan Kyara dari perjodohan ini, maka aku juga harus mendapatkan yang aku inginkan tanpa harus terlibat perjodohan. Kau punya cara?" Aku pun berpikir. Reygan juga ingin tetap mendapatkan keuntungannya meski ia menjalani pernikahan dengan Kyara. Itu artinya, kita h

