Teruntuk kamu yang selalu mengorbankan dirimu Cukuplah kamu bertindak semaumu hanya untuk membahagiakan orang di sekitarmu Tidakkah kamu tau, sesungguhnya ... ketiadaanmu adalah luka untukku. * Puncak, 13 Desember 2020 Pengorbanan Aruna. ~~ "Pergilah jika ingin pergi!" Putus asa. Entah firasat apa yang sedang kurasa. Namun pastinya, aku merasa putus asa melihat kepergiannya kali ini. "Tapi, Aruna ...?" "Jangan banyak bicara lagi, atau aku menahanmu di sini." Sengaja aku mengancamnya, aku hanya ingin dia cepat pergi, lalu memastikan rasa tak enak hati ini hanya terjadi dalam pikiranku saja. "Baiklah, di sini ada mobil lain yang bisa kau gunakan untuk ke vila amih nanti. Kontaknya ada di loker itu." Aku sudah tau padahal. Selama dia mandi aku sudah menyusuri seluruh ruangan ini

