Bagian 67

1112 Kata

Berlari dengan napas memburu Kubawa dia dalam dekapanku Gelap mata karena takut kehilangannya Asa bergantung mengharap terkabulnya do'a * Masih di hari Minggu, malam yang kelabu. 13 Desember 2020 Ketika Adrian hampir putus Asa. ~~ "Duduklah, A!" Mama ikut datang ke Bogor untuk menemaniku menunggu Aruna. Karena aku yang sedari tadi tak tenang dan risau menunggu proses operasi pengeluaran peluru dalam tubuh Aruna. Drap drap drap drap Suara langkah kaki berlari cepat ke arah kami. "Ma, bagaimana Aruna?" "Papa ...." Aku menghampiri mereka. Papa datang menyusul karena ia ada urusan terlebih dulu di kantornya. "Operasinya sedang berjalan, Pa." Wajah mama terlihat khawatir. "Bagian mana yang terkena peluru?" Papa bertanya padaku. Aku pun menjawab. "Di belikatnya, Pa." "Aa, waj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN