Bagian 68

1015 Kata

Tut .... Tut .... Tut Suara elektrokardiograf nyaring terdengar hingga ke ruang tunggu. Aku dan juga mama-papa, hanya bisa menunggu di sini. Melihatnya berbaring tak berdaya di sana. Hanya melalui jendela ini, yang dapat menghubungkan penglihatanku pada dirinya. Semalam tak henti-hentinya ku berdo'a. Mengharap kelopak di mata kecilnya itu segera terbuka. Lalu aku bisa melihat iris mata yang coklat kehitaman itu bergerak-gerak menatapku dengan kesenduannya. Aku rindu ... aku rindu padamu. Aruna .... * Bogor, 14 Desember 2020 Tangis Adrian ~~ Sendiri aku di lorong yang sepi ini. Menunggu Aruna yang sama sekali belum sadarkan diri. Sudah beberapa jam yang lalu operasi selesai dan ia dipindah ke ruang ICU. Tapi sampai kini Aruna belum membuka matanya. Basah. Kaca jendela ini basah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN