"Halo? Assalamu'alaykum. Iya, ada apa, Mih?" "Emmm ... aku masih di Puncak. Ada apa, Mih?" "Ke Bandung. Malam ini? Ada acara apa memangnya?" "Oh, begitu. Iya, nanti aku sempatkan kalau bisa, ya, Mih." "Mama ...? Belum memberitahu. Tapi tadi sempat ada pesan juga dari mama, namun aku belum sempat membacanya." "Iya, Mih. Akan aku usahakan." * "Aruna ... amih memintaku untuk hadir di acara pengajian syukuran pernikahan Andra. Malam ini ... aku harus ke Bandung." Tak kudapati Aruna menyahutiku. Kenapa dia? Apa aku punya salah? Sejak tadi dia berdiam diri, tak biasanya. "Apa ... kamu marah padaku?" Aku bertanya dengan hati-hati, namun dia malah berdiri dan beranjak pergi. "Aruna ...?" "Tidak usah minta izin padaku. Minta izinnya pada game di ponselmu saja." Gleg gleg Puncak, 17 Des

