Dilea PoV. Tepat pukul tiga sore aku pulang dari kantor. Setelah turun dari mobil aku langsung menuju kamarku. Brukk!!! Aku melempar tubuhku ke kasur hingga sedikit terpental. Ini adalah hari yang melelahkan bagiku. Bukan karena seharian sibuk di kantor. Tapi, justru sibuk dengan ulah Rafian yang menyebalkan. "Kira-kira kalau gue udah melakukan semua yang diinginkan sama si Pangeran halu. Dan bikin dia jatuh cinta sama gue. Dia bakal mengingkari janjinya nggak ya?" gumamku sambil menatap ke langit-langit kamar. "Iya, bener juga. Kalau gue udah dibodoh-bodohi sama dia selama tiga bulan ini. Terus dia lepas tangan untuk memberikan proyeknya. Gue juga donk yang rugi. Secara diakan udah lama dendam sama perusahaan gue. Bisa jadi ini adalah salah satu cara dia untuk menjatuhkan perusahaan gue

