Dilea PoV. Aku termenung di pinggir jalan sambil menyaksikan puluhan kendaraan yang berlalu lalang. Semalaman pun aku tidak bisa tidur dengan nyaman. Membayangkan nasib Rafian yang hidup di luar sana dengan penuh kesusahan. 'Andai aku tau sejak awal. Andai aku bisa tahu dari dulu. Pasti itu tak sampai terjadi padamu, Yan,' batinku sambil meletakkan kepalaku di atas setir mobilku. Sudah sejak tadi pagi aku mencari sosok Rafian. Namun, belum jelas juga kemana rimbanya. Satu tahun sudah ia menghilang begitu saja. 'Bak ditelan bumi,'kata para pembantunya yang berhasil kutemui secara diam-diam. Pada siapa lagi aku harus bertanya? Meskipun ada satu kata yang terus terngiang-ngiang di benakku. Yap! Siapa lagi kalau bukan Mamahnya. Mungkin saja wanita paruh baya itu tahu dimana Rafian berada. S

