Dilea PoV. Waktu pun terus berlangsung. Proyek yang kukerjakan pun sudah selesai. Tak kusangka mimpi burukku telah berakhir juga. Kini aku bisa bernafas lega. Perusahaan yang kupimpin sudah kembali stabil. Aku merasa begitu senang meskipun dalam hati aku merasa berhutang budi pada Rafian. Rafian? Ah. Sudah lama sekali aku tidak melihat cowok itu. Cowok yang sudah memberikan warna baru di hidupku. Entah bagaimana kabarnya sekarang. Sebab, aku nyaris tak pernah mendengar kabarnya lagi. 'Mungkinkah dia masih mengingatku?' batinku tanpa sadar. Aku menyeruput coffee dalgona di atas Rooftop hotel yang baru selesai penggarapannya. Di hadapanku terhampar luas laut jawa dengan begitu indahnya. Masih jelas dalam ingatanku acara Launching hotel yang baru saja selesai beberapa jam yang lalu. Berja

