Dilea PoV. "Eh, nggak lucu ya. Taruh lagi nggak?" balasku setengah berteriak. "Enggak wek. Nih cium. Nih cium." Rafian pun kembali mendekatkan udang raksasa itu ke arahku. "Ih, apaan sich? Jangan gitu donk. Bau tau'," ucapku. Namun, bukannya membuat Rafian jera ia malah semakin asyik menggodaku. Sedang Mamahnya hanya menggelengkan kepalanya sambil menahan senyum. Saat aku mau menghindar Rafian meraih pinggangku lalu merapatkan ke tubuhnya. Dengan tidak berperikemanusiaan ia mendekatkan makhluk beruas-ruas itu ke arah wajahku. Aku pun meronta sekuat tenaga. Namun, bukannya ia melepaskan pelukannya. Rafian justru semakin mempereratnya hingga aku tak bisa kemana-mana. "Rafian lepasin. Rafian jangan," jeritku tak tak digubrisnya. "Hahaha…." Tawanya pecah diatas penderitaanku yang ketaku

