Dilea PoV. "Wow!! Cantik sekali. Dia siapa? Pacar kamu itu?" ucap Mamahnya sambil berjalan mendekati kami. Aku pun sedikit terkejut. Apa katanya? Pacar? Apa aku nggak salah dengar ya? "Menurut Mamah?" tanya Rafian balik. "Menurut Mamah sich... iya," jawab Mamahnya sambil tersenyum ke arahku. Aku pun memaksakan garis bibirku agar melengkung ke bawah. Lalu ku tatap Rafian dengan manik mataku, mencari penjelasan atas pernyataan Mamahnya barusan. Tapi, Rafian hanya mengangkat bahunya cuek. 'Dasar,' batinku kesal. "Kenalin, Mah. Namanya Dilea Anastasia. Dilea ini Mamah gue," ucap Rafian memperkenalkanku dan Mamahnya. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik meskipun hanya memakai daster dengan rambut yang acak-acakan itu langsung menyalamiku. "Oh, Dilea. Cantik juga namanya, secantik r

