Rafian PoV. "Untuk semuanya. Dan gue punya hadiah buat loe," ucap Dilea yang membuatku langsung penasaran. Aku pun mengerutkan keningku dengan seketika. "Apa?!" tanyaku padanya. "Ini…," ucapnya menggantung kalimat. Dan sepersekian detik berikutnya. Chup!!! Bibirnya menyentuh pipiku dengan sangat lembut. Mataku membulat. Jantungku pun berhenti berdetak untuk beberapa menit. Sedang darahku langsung berkumpul di tempat yang terkena bibir Dilea hingga terasa panas. Baru saja aku menikmati sensasi dicium olehnya. Dilea melepas ciumannya lalu berlari ke dalam. Ku sentuh pipiku yang merona sambil menatap kepergian Dilea. Ingin rasanya ku kejar dia lalu kucium balik dia dengan bertubi-tubi. Namun, aku masih punya janji dengan klien setelah ini. Makanya ku urungkan niatku itu. Lalu berbalik ba

