Dilea PoV. Pagi hari yang cukup cerah. Mentari berkilauan menyinari permukaan bumi dengan sinar terangnya yang tak tergantikan. Membelai setiap insan yang masih terlelap di atas peraduan. Agar segera bersiap menyambut hari dengan penuh senyuman. Namun, semua tiada artinya bagiku. Hatiku masih terasa hancur, hidupku terasa berantakan. Lebih parah dari sebelumnya. Ketika aku mulai merasakan cinta, ketika aku mulai membuka hati untuk dirinya. Ternyata semua hanyalah tipuan belaka. Mataku masih terasa sembab. Saat aku beranjak dari tidurku. Dengan penuh rasa malas aku berjalan menuju kamar mandi. Hari ini aku malas sekali kemana-mana. Jadi, kuurungkan semua planningku yang sudah tersusun rapi di buku agenda yang dibawa Rere. Tapi, sebelum mengabari Rere kalau aku mau mengosongkan jadwal ha

