Rafian PoV. Ku letakkan kembali ponselku ke atas meja kerjaku. 'Haha. Bahagia sekali rasanya bisa mengerjai cewek angkuh itu. Kira-kira dia mau dandan seperti apa ya?' pikirku sambil senyam-senyum sendiri. Membayangkan ratu abal-abal itu berpenampilan aneh, kayak orang gila misalnya. Ku dekati lapangan basket mini di dalam ruanganku lalu melakukan permainan kesukaanku itu. Aku memang lagi tak ada kerjaan sekarang. Jadi, sambil menunggu si ratu abal-abal itu ke sini. Aku main basket aja dulu. Saat aku akan melakukan shooting ke limaku tiba-tiba saja ada yang mengetuk ruang kerjaku. Tok. Tok. Tok. Aku langsung lari ke arah kursi kerjaku lalu mendudukinya. Karena gerakanku terlalu cepat kursi itu pun sedikit berputar. 'Cepet juga dia bisa masuk ke sini,' pikirku dalam hati. Sambil merapika

