Dilea PoV. "Kamu…," ucap si security dengan lantang. Saat kubuka maskerku. "Kamu beneran pembantu Pak Rafian? Tahu Pak Rafian punya pembantu secantik Eneng. Aa' mau deh kesana tiap hari," tambahnya dengan ganjen. Aku hanya menarik kedua ujung bibirku bersamaan. Tanpa ada niat untul membalasnya. 'Oh, iya. Yang kenal gue kan kalangan atas. Kalau karyawan biasa macam security ini mah, nggak bakal ngenalin gue. Selain karyawan gue sendiri,' ucapku dalam hati. 'Mau nggak Neng. Jadi istri kedua Aa'?" Jeglek!!! Dia bilang apa?? Andai gue nggak lagi nyamar kayak gini. Udah gue pukul nih orang dengan wadah bekal ini,' batinku kesal. "Boleh saya minta percepat basa-basi anda. Saya harus segera bertemu Pak Rafian. Sebelum beliau marah lalu pecat saya secara tidak hormat," balasku tanpa basa-basi

