Dilea PoV. Aku masih tertidur pulas. Saat aku merasa ada seseorang yang menjahiliku dengan memasukkan sesuatu benda yang cukup lembut tapi mampu merangsang rambut-rambut halus di dalam indra penciumanku. Akhirnya aku pun…. "Hatchi! Hatchi! Hatchi!!" Bersin tidak karuan. Merasa ada yang mengusik tidur panjangku. Perlahan kubuka mata ini yang masih terasa sangat berat. Samar-samar kulihat sosok Tata tengah menahan tawanya menatap ekspresiku yang entah bagaimana rupanya. Aku meraih bantal yang semalaman ini menjadi penopang kepalaku. Lalu ku tipuk kepalanya pakai bantal itu. "Aw," jeritnya lirih. "Sialan loe. Sakit tau'," tambahnya sambil memegangi kepalanya yang tadi aku tipuk. "Siapa suruh loe gangguin tidur gue," balasku sambil mengumpulkan kembali nyawaku yang tengah melayang-layang d

