Hazel meniupkan udara dari mulutnya. Sekali lagi. Pria muda yang baru saja menginjak dua puluh empat tahun itu menguasainya. Menegaskan dominasinya lagi dan lagi. Bahwa dia pria yang akan selalu menjadi pemimpin. Bahkan dalam urusan ranjang. Dan ketika mereka berdua akhirnya terkapar di ranjang berselimut satin lembut di belakang ruang kerja Ethan. Hazel menyerah. Dia terlalu tua untuk mengharapkan yang lebih baik dari apa yang sekarang dia rasakan. Karena kenyataan membawanya mendapatkan yang terbaik. Jiwa muda yang penuh gairah dan seakan tidak pernah mempunyai rasa lelah. "Tidurlah. Ada beberapa berkas perusahaan yang harus aku urus." Ethan mencium kening Hazel lembut. Hazel diam tak menjawab. Dia hanya memejamkan mata dan yakin akan terlelap sebentar lagi. Sampai kemudian Etha

