PART 45

1151 Kata

Hazel mengerjapkan matanya dan sedikit mengangkat kepalanya. Kamar Ethan. "Huuuum..." Hazel meregangkan tangannya. Tuan muda sudah tidak ada di kamar itu. Hazel menyipit. Lampu kamar mandi juga sudah tidak menyala. Jadi, kemungkinan terbesar adalah Ethan sudah... Hazel melirik jam di nakas. "Pantas saja." Jam delapan. Entah sudah dimana Ethan sekarang. Kenapa tidak membangunkan? Hazel kembali meregangkan tangannya dan tertegun. Lalu dia mengamati jari manis tangan kirinya. Hazel nyaris berteriak. Cincin indah itu sudah melingkar lagi di jarinya. "Oooooh...kenapa dia harus manis seperti itu?" Hazel tersenyum. "Tapi dia juga keterlaluan. Apa maksudnya dengan aku tidak bisa mengintimidasinya? Apakah aku melakukan hal itu selama ini? Kurasa tidak. Lihat saja. Dia yang selama ini mau me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN