Hazel, terbangun dengan serta merta. Napasnya memburu. Keringat dingin membanjiri tubuhnya, sekalipun pendingin ruangan menyala dengan sangat baik. Tangannya gemetar menekan dadanya. Mengusap nya perlahan dan dia harus menangis atau sesak itu tak akan hilang. Lima tahun jelas bukan hitungan hari yang sedikit. Tapi mimpi buruk itu menghantui nya nyaris tiap malam. Perlahan menghancurkan sendi-sendi keberaniannya. Menggerogoti tanpa diminta. Dan hal itulah, yang membuat Hazel harus berjuang setiap hari untuk mengembalikan rasa percaya dirinya. Malam dimana seorang Gideon Riina, memperkosanya di bawah ancaman pistol anak buahnya. Malam itu Hazel merasa terjungkal dalam lubang nista. Diperkosa dengan disaksikan lima orang pengawal pria itu. Sangat menjijikkan. Selamanya, dia akan menyesali k

