Kesakitan. Itu yang terlihat di wajah cantik Hazel saat wanita itu sedang sendiri. Deru mobil Ethan bahkan tidak mengusik lamunan Hazel yang sedang duduk di teras samping. Ethan bahkan sudah berdiri di kejauhan sejak beberapa menit lalu. Mengamati aktivitas Hazel dan melihat bagaimana Hazel menggeleng berulang kali. Terkadang, Ethan melihat Hazel terlihat geram tanpa alasan saat mereka sedang tidak melakukan apapun. Dan Ethan yakin, Hazel harus menemui seseorang. Ethan berjalan ke arah Hazel dan berdeham. Hazel yang mendongak, segera mengulas senyuman. "Kapan kau datang? Aku tidak mendengar suara mobilmu." Ethan tertawa. "Baru saja. Kemarilah." Ethan mengulurkan tangannya dan Hazel menyambutnya. Sebuah ciuman di kepala membuat Hazel tertawa pelan. Mereka berjalan beriringan menuju t

