Tawa Rein menggema sampai ke ruang tamu. Bahkan Randy dan Alfonso sampai terheran-heran dibuatnya.”Iya juga sih, lagi pula sewaktu Randy jadi direktur status kami sudah bercerai. Jadi, kamu enggak tahu kalau saya ini mantan isterinya ya.” “Itulah, Mbak. Entahlah sulit untuk dikatakan.” Ana menepuk kepalanya sendiri. “Terus...gimana perasaan kamu pas sampai Makassar dan melihat ternyata Papanya Rachel adalah Randy?” “Malu, Mbak...pengen tenggelemkan kepala ke koper,”kata Ana miris. Rein kembali tertawa sambil memegangi perut. Wajahnya juga terasa panas kebanyakan tertawa.”Kalian lucu banget sih....” “Iya, Mbak. Rasanya pengen marah, tapi enggak bisa.” “Kenangan yang indah kan?” Ana mengangguk setuju.”Iya. Suatu s

