“Rachel, ayo salam sama Nenek.” “Iya, pa.”Gadis kecil itu menyalami Ibunya Ana.”Halo, Nek, namaku Rachel.” “Oh ya ampun, manisnya. Sini duduk sebelah Nenek aja ya.” Dalam seketika hati Ibunya Ana luluh. Terus...hubungan kamu sama mantan isteri kamu bagaimana?” “Mantan isteri saya sudah menikah lagi, Bu,hubungan kami sangat baik. Kami bergantian mengurusi Rachel. Ana juga sudah kenalan dengan mantan isteri saya. Mereka berteman baik. Dan Jika Tuhan mengizinkan akan seterusnya seperti itu.” “Jadi, begini...Ana tidak memberi tahu kalau kalian akan datang. Jadi, tidak ada cara penyambutan khusus seperti pada umumnya. Maafkan kami.” “Tidak apa-apa, Bu, yang terpenting adalah niat baik saya untuk memperisteri Ana sudah tersampaikan. Restu dari Ibu sangatlah penting untuk kami.” “Orangtua

