"Ana ...ini kunci kamar kamu,"kata Randy saat mereka sudah berhenti di depan sebuah kamar."Kamar kamu ini, dan...kamar kami yang ini, kota berhadapan." Sementara itu petugas hotel yang bersama mereka membukakan kamar Randy, dan Rachel langsung menghambur ke dalam. "I...iya, Pak." "Jangan panggil, Pak...biasanya juga Randy,"goda Randy membuat wajah Aja merah sekali. "I...iya." Ana memalingkan wajahnya. "Aku satu kamar dengan Rachel, karena...dia pasti sangat merindukanku,"kata Randy."Tapi, kalau kamu merindukanku...bilang aja. Aku selalu punya waktu untukmu." Ana menundukkan wajahnya. Malu. Itulah yang ia rasakan sekarang."Iya. Aku...masuk dulu. mau istirahat." "Oke, selamat istirahat, Ana. Senang bertemu denganmu lagi." Randy mengecup pipi Ana sebelum ia masuk ke dalam kamar. Ana m

