"Iya, Bu,"jawab Ana cepat. Kemudian timbul pertanyaan di benaknya."Kemana ya, Bu?" "Kebetulan Papanya ngajak Rachel liburan, enggak lama...paling cuma tiga hari. Papanya lagi di Makassar. Jadi, kamu dan Rachel ke sana ya besok,”jelas Rein. "Wah, saya pergi ke Makassar, Bu?" Ana mengedipkan matanya berkali-kali. Ia bahkan tidak pernah berkhayal pergi ke salah satu kota besar yang ada di pulau Sulawesi itu. Rein mengangguk."Iya, kamu bisa kan? Saya minta tolong, ya, An...seandainya saya bisa...pasti saya yang antar. Rachel sudah sangat rindu dengan Papanya. Oleh karena itu dia enggak sabar nunggu sampai Papanya pulang.” "I...iya, Bu. Saya akan antar Rachel sampai Makassar." Mau tidak mau Ana harus mau karena ini adalah tugasnya. Lagi pula kasihan jika Rachel harus berangkat sendirian ata

