Bab 17

1010 Kata

Ia menghabiskan waktunya pagi ini dengan menonton televisi. Lalu, tiba-tiba ia teringat sesuatu. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Ia segera pergi mandi dan bersiap-siap untuk pergi. Keluar dengan penampilan yang tentunya sudah berbeda dengan Ana yang dulu orang-orang kenal, ia memesan taksi online dan menuju ke kostannya. Baru seminggu ia meninggalkan kostnya ini, tapi rasanya sudah berbulan-bulan. Meski sederhana, tempat menyimpan banyak kenangan tersendiri bagi Ana. Tempat ini juga yang menjadi saksi perjuangan Ana yang penuh derai air mata. "Thea!" Ana mengetuk pintu kamar Thea. Wanita itu pasti masih tidur. Beberapa kali pintu diketuk, belum juga dibuka. Hanya terdengar suara gumaman dari dalam sana. "Thea! Ini Ana...cepetan buka! Thea....!!" Kali ini Aja menambah volume su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN