Bab 18

1024 Kata

Baik, aku makan dulu ya. Bye...." "Bye." Ana memutuskan sambungan telepon. Lalu wanita itu senyum-senyum sendiri. Sepulang makan siang dengan Thea, yang bahkan berlanjut ngobrol sampai sore, Ana segera pulang ke apartemen. Hari ini ia cukup senang dengan memegang kartu sakti milik Randy. Memang belum ia gunakan karena ia masih memiliki uang tunai. Tapi, sepertinya setelah ini akan ia gunakan. Gadis itu turun dari taksi, berjalan ke super market untuk melanjutkan belanjanya yang pagi tadi tertunda. Gadis itu tersenyum di depan kasir, di genggamannya sudah ada kantong plastik bewarna putih dengan logo bewarna merah. Kemudian ia menerima kartu debit Randy dari tangan sang kasir yang tersenyum ramah. Ana keluar dari sana, malam ini ia akan memasak, tentunya untuk dirinya sendiri. Sekarang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN