Pukul enam pagi tepat, ponsel Ana berbunyi. Sebuah panggilan masuk. Ana meraba-raba tempat tidur mencari ponsel, lalu begitu ketemu ia langsung menggeser layarnya. "Halo,"jawabnya malas. “Ana!"terdengar suara pekikan dari ujung sana. Ana menjauhkan ponsel, lalu melihat nama yang tertera."Mia? Kenapa?" "Kamu disuruh datang ke rumahnya tuh, kayaknya kamu langsung diterima deh." Nyawa Ana belum terkumpul sepenuhnya, ia harus memikirkan kata demi kata ucapan Mia barusan."Ke rumah siapa, Mia? Diterima apa?" Mia berdecak."Kamu ini, kan kemarin aku kasih kamu lowongan kerja ngasuh anak. Inget nggak?" "Oh iya...iya ingat. Terus?" "Kamu disuruh ke rumahnya nih, nanti jam sembilan. Udah aku kirim alamatnya di Whatsapp." “Kok bukan aku yang ditelpon langsung, Mi?” “Iya, Si Ibunya percaya aj

