"Ana!"panggil Randy saat mereka sudah tiba di apartemen. Ana mengerjapkan matanya berkali-kali, ia merasa mobilnya sudah berhenti."Dimana ini?" "Sudah di apartemenku. Yuk turun!" Randy segera mengambil tas mereka dan berjalan tanpa memerhatikan Ana. Ana merapikan rambutnya, kesal. Tapi, diikutinya Randy dengan malas. Sebenarnya ia masih mengantuk, tapi kali ini ia harus mengikuti perintah Randy. Apartemen itu terbilang tidak begitu mewah, tapi tidak bisa disebut sederhana juga. Maksudnya, apartemen itu cukup besar namun hanya di isi perabot yang sedikit. "Apartemenmu kelihatan kosong ya,"komentar Ana. "Ya itu karena...aku hanya mengisi apartemen ini dengan barang-barang yang penting aja. Yang memang sudah pasti akan kugunakan,"jelas Randy sambil membuka pintu kamar."Ini kamar kita."

