Langkah si bos utama yang paling sering hadir di kantor begitu cepat seperti mengejar buruan atau dia yang siap mencengkram. Namun kali ini tidak keduanya. Bahkan tak ada hubungan sama sekali pada bisnis yng biasanya selalu membuat mengebu. Menyusuri lorong dengan wajah kebingungan dan berakhir membuka pintu ruangan asisten pribadinya yang memang tidak dikunci. Berakhir melongo lebih dari sebelumnya ketika menyadari wanita berambut pendek itu sedang berniat melepas roknya yang sepanjang mata kaki. "Hai presidir," sapa Taeri begitu tenang seakan tidak terjadi apapun saat ini. Butuh beberapa detik untuk Jinseok merespon apa yang sedang terjadi sampai akhirnya dia mundur dua langkah perlahan dan mengangkat dua tangannya di depan d**a. "M-maaf. Aku tidak bermaksud—aku tidak tahu kalau kau se

